Pembinaan dan pengembangan minat baca berarti usaha memelihara, mempertahankan dan mengembangkan minat baca. Minat sering pula oleh oarang-orang disebut “interest”. Berdasarkan penjelasan Marksheffel, maka sehubungan dengan minat baca atau “interest” dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Minat bukan hasil pembawaan manusia, tetapi dapat dibentuk atau diusahakan, dipelajari, dan dikembangkan
2. Minat itu bisa dihubungkan untuk maksud-maksud tertentu untuk bertindak
3. Secara sempit minat itu diasosiasikan dengan keadaan sosial seseorang dan emosi seseorang
4. Minat itu biasanya membawa inisiatif dan mengarah kepada kelakuan atau tabiat manusia.
Mengenai pengertian membaca, banyak ahli yang mengemukakan pendapatnya untuk mendefinisikan membaca. Seorang ahli telah menyatakan pengertian tentang membaca yaitu menurut Bond dan Wagner, definisi membaca adalah membaca merupakan suatu proses penangkap atau memperoleh konsep-konsep yang dimaksud oleh pengarangnya, menginterprestasi, mengevaluasi konsep-konsep pengarang dan merefleksikan atau bertindak sebagainama yang dimaksud dari konsep-konsep itu. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kemampuan membaca tidak hanya mengoperasikan berbagai ketrampilan untuk memahami kata-kata dan kalimat, tetapi juga kemampuan menginterprestasikan, mengevaluasi, sehingga memperolah pemahaman yang komprehensif. Untuk membina dan mengembangkan minat baca tidak bisa lepas dari pembinaan kemampuan membaca, sebab seperti telah dijelaskan bahwa untuk menjadi orang yang senang membaca tentunya harus mampu membaca. Tanpa memiliki kemampuan membaca tidak mungkin merasa senang membaca.
1. Prinsip-prinsip membaca
1. Mambaca merupakan proses berpikir yang komplek
2. Kemampuan membaca setiap orang berbeda-beda
3. Pembinaan kemampuan membaca atas dasar evaluasi
4. Membaca harus menjadi pengalaman yang memuaskan
5. Kemahiran membaca perlu adanya latihan yang kontinu
6. Evaluasi yang kontinu dan komprehensif merupakan batu loncatan dalam pembinaan minat baca
7. Membaca yang baik merupakan syarat mutlak keberhasilan belajar.
- Kesiapan mental (mental readiness for reading)
- Kesiapan fisik (pysical readiness for reading)
- Kesiapan emosi (emotional readiness for reading)
- Kesiapan pengalaman (experiental readiness for reading)
3. Menumbuhkan rasa senang membaca
- Memperkenalkan buku-buku
- Memperkenalkan riwayat hidup tokoh-tokoh
- Memperkenalkan hasil-hasil karya sastra (Ibrahim Bafadal, 2005 : 189).






